Naskah ini dirancang khusus sebagai panduan presentasi (technical assessment) Anda di hadapan tim penguji. Panduan ini dibagi menjadi panduan tindakan di layar (Tindakan) dan kalimat yang dapat Anda ucapkan (Ucapan).
- Buka browser pada halaman
http://localhost:5173/(menampilkan halaman Login). - Masukkan kredensial berikut:
- Organization Slug:
sevima - Email:
admin@sevima.com - Password:
password123
- Organization Slug:
- Klik tombol
Sign In. - Tunjukkan nama tenant "sevima" di bagian bawah sidebar samping.
"Selamat pagi/siang bapak/ibu penguji. Hari ini saya akan mendemonstrasikan sistem FlowForge, sebuah real-time multi-tenant workflow orchestration engine.
Langkah pertama yang saya tunjukkan adalah aspek keamanan Multi-Tenancy. Saya masuk ke dalam organisasi dengan slug 'sevima'. Di backend NestJS, sistem kami menggunakan konsep isolated context via
AsyncLocalStoragedan Prisma middleware.Artinya, semua query database (SELECT, UPDATE, DELETE) disaring secara implisit berdasarkan tenant yang sedang login. Data dari organisasi lain tersimpan dalam database yang sama, namun terisolasi 100% secara logika dan tidak akan pernah bocor ke tenant ini."
- Klik menu
Usersdi sidebar (menu ini hanya muncul untuk pengguna dengan peranadmin). - Tunjukkan tabel daftar user aktif.
- Klik tombol
+ Add Userdi pojok kanan atas. - Isi form modal sebagai berikut:
- Email:
editor-demo@sevima.com - Password:
password123 - Access Role: Pilih
Editor
- Email:
- Klik
Create User. Tunjukkan user baru berhasil masuk ke tabel. - Klik
Editpada salah satu user, ubah rolenya dariviewerkeeditor, lalu simpan.
"Selanjutnya adalah manajemen pengguna dan kontrol akses berbasis peran atau Role-Based Access Control (RBAC). Di halaman Users ini, admin organisasi dapat melakukan operasi CRUD untuk menambahkan anggota tim baru.
FlowForge memiliki tiga tingkatan akses:
- Admin: Memiliki wewenang penuh termasuk menghapus alur kerja dan melakukan rollback.*
- Editor: Dapat membuat, memodifikasi alur kerja, namun tidak dapat menghapusnya.*
- Viewer: Akses baca-saja (read-only) untuk monitoring tanpa tombol aksi.*
Barusan saya berhasil menambahkan akun baru dengan tingkat otorisasi Editor secara dinamis."
- Klik menu
Workflow Generatordi sidebar. - Di kotak input prompt, ketik kalimat bahasa alami berikut:
"Tunggu 3 detik, kemudian ambil data dari https://jsonplaceholder.typicode.com/users, lalu cek status"
- Klik tombol
Generate DAG. - Tonton visualisasi node graph di panel kanan yang digambar otomatis oleh AI.
- Klik tombol
Save as Workflowdi bawah visualizer, beri namaAI Generated Pipeline, isi deskripsi opsional, lalu klikCreate.
"Sekarang kita beralih ke fitur Workflow Generator berbasis kecerdasan buatan. Untuk mempermudah pengguna awam dalam membuat struktur graf DAG (Directed Acyclic Graph) yang rumit, kami mengintegrasikan Google Gemini.
Pengguna cukup menulis instruksi dalam bahasa sehari-hari. Prompt engine kami akan menginstruksikan LLM untuk merancang dependensi tugas dalam format JSON terstruktur.
Di backend, kami juga menambahkan modul string cleaning yang tangguh untuk memotong format pembungkus markdown code block dari AI, serta algoritma deteksi siklus untuk memastikan grafik alur kerja yang dihasilkan tidak berputar tanpa ujung (no infinite loops). Alur tersebut baru saja berhasil saya simpan sebagai workflow aktif."
- Buka menu
Workflows. - Pilih alur kerja yang baru saja dibuat atau template
Super Overpowered Pipelinepada daftar. - Klik tombol
▶ Trigger. Muncul pop-up "Run started!". - Segera klik menu
Run Historydi sidebar. - Pilih baris eksekusi paling atas (berstatus running atau completed).
- Perlihatkan visualisasi: Tunjukkan bagaimana node-node grafik ReactFlow berubah warna secara live (Kuning = Sedang jalan, Hijau = Sukses).
- Scroll ke bawah dan tunjukkan kotak Execution Logs berwarna hitam berisi detail logs eksekusi dari MongoDB yang muncul baris demi baris secara instan.
"Langkah keempat adalah pembuktian kinerja eksekusi asinkronus dan live monitoring. Ketika alur kerja dipicu, backend memisahkan tugas dari thread utama dan memasukkannya ke antrean BullMQ yang dikelola oleh Redis.
Secara bersamaan, backend Worker mengeksekusi setiap langkah alur kerja secara paralel atau berurutan sesuai urutan dependensi graf DAG. Perubahan status eksekusi dikirim secara live ke frontend menggunakan WebSocket (Socket.io).
Seperti yang dapat kita lihat di layar, warna kotak berubah secara real-time dari kuning menjadi hijau seiring selesainya tugas tanpa perlu melakukan refresh halaman. Dan di bagian bawah, seluruh log detail tersimpan dengan aman di database NoSQL MongoDB untuk kebutuhan analisis pasca-eksekusi."
- Buka menu
Workflows. - Klik tombol
Editpada salah satu alur kerja yang ada. - Ubah deskripsinya sedikit (misal: tambah kata "Updated"), lalu klik
Save Changes. - Tunjukkan bahwa nomor versi alur kerja tersebut otomatis naik dari
v1menjadiv2. - Klik tombol
Versionspada alur kerja tersebut. - Modal history akan muncul. Klik tombol
Rollbackdi sebelah Version #1. - Klik
Closesetelah ada alert sukses. Tunjukkan nomor versi aktif di kartu alur kerja kembali kev1.
"Fitur terakhir yang sangat penting bagi ketangguhan sistem di tingkat perusahaan adalah Version Control dan Rollback.
Ketika alur kerja diperbarui oleh Editor atau Admin, sistem database kami secara otomatis mengarsipkan konfigurasi lama sebagai versi cadangan dan meningkatkan nomor versi aktif menjadi
v2.Apabila versi baru ini mengalami masalah operasional, Admin dapat membuka riwayat versi, melihat daftar arsip versi sebelumnya, dan melakukan Rollback kembali ke konfigurasi versi awal hanya dengan sekali klik. Sistem kami menjamin kelancaran operasional alur kerja meskipun ada perubahan konfigurasi."
"Demikian presentasi demonstrasi sistem FlowForge. Sistem ini membuktikan integrasi yang matang antara keandalan sistem asinkronus, isolasi keamanan multi-tenant, observable logging, kemudahan antarmuka berbasis AI, serta pengelolaan siklus hidup alur kerja yang aman.
Terima kasih atas perhatiannya, saya silakan kepada bapak/ibu penguji apabila ada pertanyaan."